Pasang Iklan Gratis

Iran ubah doktrin tempur, IRGC disiapkan operasi jauh di wilayah musuh

 Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tengah memperkuat kemampuan untuk menjalankan operasi tempur di luar wilayah Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran, Amerika Serikat (AS), dan Israel setelah konflik besar yang berlangsung pada awal 2026.

Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naghdi, penasihat senior Panglima Tertinggi IRGC, mengatakan IRGC telah mendapat perintah untuk membangun kemampuan melakukan operasi ofensif di wilayah musuh, termasuk di lokasi yang jauh dari perbatasan Iran.

“Kita harus mampu membawa operasi tempur ke wilayah musuh, melakukan operasi langsung di tanah musuh, dan melaksanakan operasi di daerah yang jauh dari wilayah kita sendiri,” kata Naghdi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Naghdi, kemampuan tersebut merupakan bagian dari doktrin ofensif baru yang sedang dikembangkan IRGC.

“Ini adalah karakteristik doktrin ofensif yang perlu diwujudkan. IRGC kini telah diperintahkan untuk membangun kesiapan ini, untuk mengembangkan kemampuan ini sehingga dapat melaksanakan misinya bila diperlukan,” ujarnya.

Naghdi juga mengeklaim Iran telah meningkatkan kemampuan produksi persenjataan secara mandiri.

Menurut dia, senjata, amunisi, dan berbagai peralatan militer Iran kini diproduksi di dalam negeri.

Ia menyebut kapasitas produksi rudal balistik Iran bahkan lebih tinggi dibandingkan tingkat penggunaannya selama perang.

Kapasitas produksi drone juga diklaim melampaui kebutuhan pengerahan di medan tempur.

Naghdi mengatakan kemampuan tersebut memungkinkan Iran mempertahankan perang dalam jangka panjang.

“Kita mampu bertahan dalam perang selama bertahun-tahun,” katanya, seraya menyatakan bahwa rudal balistik Iran akan terus digunakan untuk menyerang lawan jika konflik berlangsung dalam waktu lama.

Ia juga membandingkan kapasitas anggaran pertahanan Iran dengan AS.

Menurut Naghdi, anggaran militer AS sekitar 100 kali lebih besar daripada anggaran Angkatan Bersenjata Iran.

Namun, ia mengklaim sejumlah sasaran yang ditetapkan pihak lawan dalam perang terhadap Iran gagal mencapai tujuannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah doktrin yang ingin dikembangkan IRGC: bukan hanya mempertahankan wilayah Iran, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membawa operasi langsung ke wilayah lawan.

Ancaman Terhadap Infrastruktur AS

Pernyataan Naghdi muncul bersamaan dengan pernyataan lain dari pejabat IRGC mengenai potensi sasaran Iran apabila kembali menghadapi ancaman.

Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, juru bicara IRGC, sebelumnya mengatakan AS telah kehilangan kemampuan mempertahankan kehadiran kapal perang dalam jumlah besar di Teluk Persia

Dalam laporan Mehr pada 11 Agustus, Mohebbi menyebut AS pernah mengerahkan lebih dari 100 kapal perang di Teluk Persia selama Perang Iran-Irak.

Menurut klaimnya, sebelum konflik yang disebut Iran sebagai “Perang Ramadan”, AS masih memiliki sekitar 30–40 kapal perang di kawasan tersebut.

Mohebbi mengklaim saat ini AS tidak lagi memiliki kapal perang di Teluk Persia.

Pernyataan tersebut merupakan klaim pejabat Iran dan tidak disertai verifikasi independen dalam laporan yang menjadi sumber informasi ini.

Ia juga mengeklaim serangan Iran dalam konflik sebelumnya telah meningkatkan biaya perang bagi AS dengan membuat konsekuensi konflik langsung terasa terhadap kepentingan dan infrastruktur yang terkait dengan Washington.

Mohebbi menyebut serangan AS terhadap ladang gas South Pars dan pusat energi Asaluyeh di Iran dibalas dengan serangan rudal jarak jauh dan presisi terhadap infrastruktur yang diklaim terkait dengan AS, Israel, dan sekutunya.

Dalam pernyataan yang bernada peringatan, Mohebbi mengatakan Iran memiliki kemampuan untuk mengancam infrastruktur energi dan jaringan listrik apabila kembali menghadapi serangan.

“Jika ancaman muncul terhadap Iran, ratusan ribu kilometer jalur transmisi listrik, ribuan pembangkit listrik, seluruh sistem Amerika Serikat dan negara-negara lain, dan bahkan infrastruktur global yang terhubung ke Internet, dapat berisiko,” ujarnya.

Rangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Teheran berusaha menunjukkan kemampuan untuk melakukan serangan balasan tidak hanya terhadap sasaran militer, tetapi juga terhadap infrastruktur strategis yang dianggap memiliki keterkaitan dengan lawan.

Namun, klaim mengenai kemampuan produksi senjata, jumlah kapal perang AS di Teluk Persia, serta efektivitas serangan masing-masing pihak perlu dibaca sebagai pernyataan dari pejabat Iran dan tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Iran ubah doktrin tempur, IRGC disiapkan operasi jauh di wilayah musuh"

Posting Komentar