Pertempuran sengit pecah di Marib, puluhan milisi Houthi dilaporkan tewas
Bentrokan berdarah kembali membara di pinggiran Marib, wilayah yang dikenal kaya akan sumber daya energi. Pertempuran sengit ini meletus setelah milisi Houthi yang mendapat dukungan Iran mencoba memperkuat gempuran demi merebut pusat kota tersebut.
Dampaknya, sedikitnya 80 anggota kelompok Houthi dilaporkan tewas di tangan pasukan Pemerintah Yaman. Kabar mengenai eskalasi ini dikonfirmasi oleh Direktur Departemen Media Militer Angkatan Darat Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Al-Hatemi. Ia menjelaskan bahwa pertempuran hebat terus terjadi sepanjang 24 jam terakhir di kawasan selatan Marib, meliputi Hareb, Mala'a, hingga Um Raish. Selanjutnya, pasukan pemerintah yang memperoleh bantuan jet tempur serta drone berhasil menggagalkan serangan mematikan tersebut. "Houthi menderita lebih dari 80 korban jiwa, sisanya melarikan diri, dan sembilan kendaraan tempur hancur," ungkapnya.
Perebutan Kota Strategis Yaman Selain pertempuran darat, armada udara militer Yaman turut membombardir area pertahanan lawan di seluruh lini depan Marib. Gempuran udara tersebut diarahkan ke lokasi berkumpulnya milisi, jalur bantuan logistik, serta benteng perlawanan Houthi. Marib sendiri memegang peranan sangat vital karena menjadi rumah bagi 2 juta pengungsi internal akibat konflik menahun. Di samping itu, kota strategis ini menyimpan potensi ladang minyak, gas, serta pembangkit listrik utama. Meskipun ribuan nyawa telah melayang pada rentetan serangan sebelumnya, milisi Houthi selalu gagal menguasai Marib. Sebenarnya, mereka sempat menghentikan agresi pascamembuat kesepakatan gencatan senjata usulan PBB pada April 2022. Namun, serangan balasan yang masif dari pasukan pemerintah Yaman selama 24 jam terakhir telah memaksa milisi Houthi untuk mundur dari posisi mereka di luar Marib. Sementara itu, pihak Houthi telah menyelenggarakan pemakaman untuk 50 pejuangnya yang gugur, termasuk sejumlah perwira tinggi.
Prosesi tersebut berlangsung di Sanaa, Amran, Hodeidah, serta wilayah lain dalam cengkeraman mereka. Mengenai data pemakaman itu, Al-Hatemi menilai angka kematian yang dipublikasikan Houthi sebenarnya jauh di bawah realitas lapangan. Ia memprediksi ada sekitar 300 sampai 500 anggota Houthi tewas setiap hari. Menandai hal tersebut, ia menuduh milisi sengaja menutupi fakta demi menjaga mental pasukan. "Houthi tidak menunjukkan kepedulian terhadap jumlah korban tewas, memandang pejuang mereka sebagai sesuatu yang dapat dikorbankan-pion tumbal yang diperlakukan sebagai budak tak berharga-dengan satu-satunya prioritas mereka adalah pencapaian tujuan mereka." Kekuatan Militer Yaman Menguat Di wilayah lain, angkatan darat Yaman yang bertugas di Taiz mengumumkan keberhasilan mereka menguasai Gunung Nouman setelah terlibat kontak senjata sengit di area pegunungan sekitarnya.
Merespons kemajuan militer pemerintah di pesisir Laut Merah, Houthi nekat menggempur posisi pertahanan di Al-Madaribah Wa Al-Aarah serta kawasan Taiz untuk mempertahankan sisa kekuatannya. Menanggapi tindakan nekat tersebut, Pasukan Perisai Bangsa milik pemerintah berhasil mementalkan serangan Houthi sekaligus menjatuhkan sebuah drone di dekat Gunung Kahboub.
Penguasaan atas gunung ini amat krusial sebab bisa memberi Houthi posisi strategis yang menghadap langsung Selat Bab Al-Mandab serta memuluskan jalan menuju kota selatan Aden yang menjadi pusat pemerintahan yang diakui secara internasional.
Pada saat yang sama, Juru Bicara Angkatan Darat Yaman Kolonel Majed Al-Nuzaili membenarkan keberhasilan gempuran udara mereka. "Angkatan udara tentara telah menyerang personel dan peralatan militer Houthi di provinsi tengah Al-Bayda," ucap Al-Nuzaili.
0 Response to "Pertempuran sengit pecah di Marib, puluhan milisi Houthi dilaporkan tewas"
Posting Komentar