Pasang Iklan Gratis

Kapal Pertamina di Selat Hormuz tanpa kru WNI, PIS bilang kapalnya sedang disewa

 Viral di media sosial, komunikasi seorang pelaut asal Indonesia dengan kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina (Persero) yang tertahan di Selat Hormuz. Dari perbincangan singkatnya, ternyata anak buah kapal (ABK) yang tertahan imbas meningkatnya tensi geopolitik global bukanlah berkebangsaan Indonesia.

"Dari mana kalian, dari India atau Indonesia?" tanya pelaut tersebut dengan bahasa Inggris

"Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India," jawab kru kapal Gamsunoro.

"Oh jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?" tanya Adrian lagi.

"Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India," akui kru kapal.

Merespons hal itu, Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita mengungkapkan bahwa Kapal Tanker Gamsunoro saat ini sedang disewa oleh pihak ketiga. Sehingga, mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi dan standar operasional yang berlaku.

Terlebih, kata dia, PIS adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada pelayanan dan jasa kelautan, dan logistik untuk pihak ketiga dan pasar internasional.

Dia membeberkan bahwa Kapal Gamsunoro termasuk salah satu kapal milik PIS yang melayani pasar tersebut, terutama di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

"Saat ini kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga yang mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional yang ketat," ujar Vega dalam keterangan resmi.

Dalam melayani pasar internasional, Vega membeberkan bahwa kapal-kapal PIS bekerja sama dengan pihak penyewa dan manajemen kapal.

Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global.

Sebagai salah satu Sub Holding Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS) berfokus pada lini bisnis angkutan maritim untuk pasar internasional. Strategi ini dijalankan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan motor devisa negara dari ekspansi pasar global. 

“Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94%,” tukasnya.

Lebih lanjut, Pertamina Group memastikan tetap berkomitmen terhadap talenta dalam negeri sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi pelaut nasional di kancah global.

Vega memastikan hingga hari ini ABK WNI yang bekerja di Pertamina Group mayoritas merupakan warga kebangsaan Indonesia. Sedangkan Warga Negara Asing (WNA) hanya sekitar 6 persen dari total 4.090 orang. 

"Jumlah ABK WNI yang dipekerjakan di atas kapal Pertamina Group, baik domestik maupun internasional, setidaknya berjumlah 4.090 orang. Sementara untuk pelaut WNA hanya berkisar 278 orang atau sekitar 6% dari total ABK di atas kapal Pertamina Group," tukasnya.

Tagging: Selat Hormuz, Kapal Gamsunoro, Pertamina International Shipping, ABK Pertamina

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapal Pertamina di Selat Hormuz tanpa kru WNI, PIS bilang kapalnya sedang disewa"

Posting Komentar